Sesampainya di rumah, ternyata orangtuanya pulang lebih awal dari biasanya dikarenakan kesehatan Lina. Tiba-tiba Nina mengagetkan orangtuanya dan berkata "Bu,pak aku mau ikut kontes lomba menyanyi,bagi uang untuk beli baju baru!" kata Nina dengan sangat ketus. Mendengar perkataan anaknya seperti itu lantas ibunya berkata "Dari mana kita mendapatkan uang untuk membelikanmu pakaian baru,nak? lihat kondisi adikmu ia sedang sakit saat ini,lebih baik uangnya kita pergunakan untuk membawa adikmu berobat" jawab ibunya dengan sangat lembut dan berusaha untuk membuat anaknya mengerti. Karena ibunya mengatakan hal seperti itu Nina lantas marah dan beranjak pergi dari rumah.
Nina sangat kesal sekaligus sedih karena tidak bisa ikut kontes menyanyi tersebut,tiba-tiba muncul pikiran jahatnya. Ia kembali ke rumah dan mengambil surat tanah orangtuanya dan datang ke salah satu rumah yang cukup besar di desa mereka bermaksud untuk menggadaikan surat tanah milik orangtuanya. sesampainya disana ia mengetuk pintu dan keluarlah pemilik rumah "Oh Nina saya kirain siapa, ada apa Nin?" kata lelaki tua yang rambutnya sudah setengah di tumbuhi uban. "Saya datang kesini bermaksud ingin menggadaikan surat tanah ini kepada juragan agar saya bisa ikut kontes menyanyi di kota." saut Nina dengan nada memelas. Mendengar hal tersebut orang yang dipanggilnya juragan tersebut memeriksa surat tersebut lalu berkata " Berapa yang kau butuhkan? tapi ingat bunganya 10% ya dan harus kau lunasi bulan depan atau akan ku sita tanah ini" Nina lantas mengiyakan dan menyebutkan nominal yang ia butuhkan.
Lega dan senang yang dirasakan Nina saat ini. Sesampainya di rumah ia langsung mengemasi barang-barangnya dan mengatakan akan pergi ke kota untuk mengikuti kontes manyanyi. Ia tak menghiraukan perkataan keluarganya lantas pergi begitu saja. Singkat cerita sampailah ia di kota tersebut ia langsung mendaftar,mengikuti lomba dan ternyata ia memenangkan lomba tersebut, setelah memenangkan acara tersebut Nina menjadi artis terkenal. Tetapi di kampung keluargnya sedang di terpa masalah akibat penggadaian surat tanah milik orangtuanya oleh Nina, sekarang keluarganya luntang lantung dan pergi ke kota untuk mencari Nina.
Disuatu tempat bertemulah mereka di lokasi syuting Nina. Ibunya memanggil Nina "Nina.. anakku.. Nina...." karena mendengar namanya di panggil Nina lalu menoleh dan alangkah terkejutnya ia melihat keluarganya ada disini lalu berpura-pura tidak mengenalinya. Karena merasa diacuhkan adik Nina lantas menghampiri kakaknya dan memeluknya "Kakak,kakak kemana aja? kok ga da kabarnya? Lina kangen sama kakak" Nina lalu melepaskan pelukan adiknya dengan kasar dan berkata "Siapa kalian? aku tidak mengenali kalian" saut Nina dengan nada angkuh. "Ini ibu nak,ini ayah dan adikmu,Lina" kata ibunya "Tidak keluargaku sudah mati semua,aku sekarang hidup seorang diri, jangan mengaku-ngaku ya, kalian mau terkenal juga seperti aku?!" kata Nina.
Hati ibunya bagaikan disayat-sayat mendengar anaknya mengatakan bahwa mereka sudah mati semuanya. Mereka lantas pergi tak tau arah tujuan. Disisi lain kehidupan Nina sekarang amat mewah dan berkecukupan hingga ia lupa diri. Ia berkenalan dengan salah satu pria dan ternyata pria tersebut hanya mengininkan hartanya saja. Berbulan-bulan mereka menjalin hubungan tiba-tiba pria tersebut berkata sedang membutuhkan dana untuk memulai sebuah usaha dengan alasan untuk bekal masa depan mereka berdua. Karena cintanya yang begitu besar kepada pria tersebut di gadaikannyalah rumah mewahnya. Tetapi apa mau dikata nasi sudah menjadi bubur, setelah menerima uang tersebut pria tersebut tidak pernah lagi datang menemui Nina dan diapun tidak bisa di hubungi.
Nina merasa sangat kecewa,tertekan karena pria yang ia cintai ternyata membohonginya habis-habisan dan dikala itu juga karier Nina di ambang kehancuran. Agencynya memutuskan kontrak kerja sama dengan Nina karena sudah mendapatkan biduan yang baru. Dan ketika ia jatuh miskin dan terlantar barulah ia ingat kepada keluarganya, lantas ia pergi mencari keluargnya kesana kemari tetapi ia tidak bisa menemukan keluarganya. Di suatu siang ia merasa lapar dan tidak mempunyai uang, lalu dilihatnya ada pembagian makanan ia lalu menghampiri tempat tersebut dan ikut meminta makanan. Dan alangkah terkejutnya iya melihat ternyata yang membagikan makanan tersebut adalah tak lain adik kandungnya sendiri yaitu Lina,melihat itu ia lantas pergi dan tak jadi mengambil makanan tersebut. Lina yang melihat itu adalah kakaknya berlari mengejar dan memanggil Nina. Nina yang malu karena perbuatannya terus saja berlari dan tidak melihat jalan pada saat menyeberang, dan seketika tubuh Nina di tabrak oleh sebuah truk yang melaju dengan sangat kencang, tubuh Nina lantas terpental. Lina sangat syok dan langsung menghampiri kakaknya yang sudah mau di jemput oleh maut.
"Kak,kakak harus bertahan ya.. kakak harus kuat kita ke rumah sakit sekarang. Hanya kakak keluargaku sekarang, ayah dan ibu kita sudah meninggal dunia kak." kata Lina dengan menangis. Nina yang sudah sekarat mengatakan " Maafkan aku ya dik.. Aku sudah banyak berbuat salah kepada kamu terutama ayah dan ibu, aku sangat menyesal!" dengan suara yang serak dan seketika ia menghempuskan nafas terakhirnya. "Kakakkk!!!!!!!!" Lina sangat terpukul tetapi ia tetap menjalani hidupnya dengan optimis dan sangat rendah hati. Sekarang ia menjadi penguasa katering yang sangat terkenal.
-TAMAT-